Ungkapan dalam Tulisan
UNGKAPAN dalam TULISAN untuk KETEGASAN
Oleh Heni Somilawati (Anggota Forum Gumeulis)
Kumpulan huruf yang
mengandung arti adalah kata. Kata tersebut bisa dipahami atau dimengerti orang
bila diungkapkan. Sedangkan mengemukakan sesuatu yang dirasakan melalui
pengalaman baik yang pernah dilihat, didengar tidaklah semudah yang dikira
karena harus melihat situasi dan kondisi bahkan posisi. Sebab satu kata bisa membuat seseorang bahagia
dan menderita. Satu kata kebaikan yang diucapkan dengan baik pada situasi yang
baik akan menjadikan seseorang bahagia, tapi satu kata kebaikan bila diucapkan
pada orang yang sedang galau, marah dan pada situasi yang krodit akan
menjadikan seseorang menderita karena tersinggung. Lalu bagaimana cara
mengungkapkan segala perasaan, niat baik dari yang dirasakan, dilihat, didengar
agar bisa diterima baik ketika diucapkan? Bagaimana pula bila ingin memberikan
gagasan, solusi atau opini kepada orang yang kreditabel? Apakah karena ternyata tidak semua niat baik bisa
diterima dengan baik? Ditambah lagi rasa enggan, takut yang menyelimuti hampir
menjadi pondasi sehingga segala rasa hanya bersemayam dalam dada, dan jutaan
kata yang ada tak bisa terbaca malah menjadi derita karena dianggap muna. Padahal
kita punya hak untuk beropini, memberi solusi, mengkritik bahkan menolak ketika
kebijakan terlahir tanpa keadilan.
Perubahan paradigma pada
saat ini yang cukup dramatis menuntut guru untuk meningkatkan kompetensinya.
Bila sang pelukis mengungkapkan idenya melalui kanvas dalam bentuk lukisan,
sedangkan bila lisan guru terhalangi beban untuk mengungkapkan segala
ganjalan di perasaan, solusi untuk menuangkan segala inspirasinya yaitu melalui
tulisan. Menulis adalah sebuah kegiatan
menuangkan pikiran, gagasan, dan perasaan seseorang yang diungkapkan dalam
bahasa tulis. Dalam pengertian yang lain, menulis adalah kegiatan untuk
menyatakan pikiran dan perasaan dalam bentuk tulisan yang diharapkan dapat
dipahami oleh pembaca dan berfungsi sebagai alat komunikasi secara tidak
langsung. Menurut M. Atar Semi (2007: 14)
dalam bukunya mengungkapkan pengertian menulis adalah “Suatu proses kreatif memindahkan gagasan ke dalam lambang-lambang
tulisan”. Menurut
Henry Guntur Tarigan (1986: 15) menyatakan bahwa menulis dapat diartikan
sebagai “Kegiatan menuangkan ide/gagasan
dengan menggunakan bahasa tulis sebagai media penyampai”.
Menurut KBBI, pengertian menulis adalah
melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat) dengan
tulisan. Menulis berarti menuangkan isi hati si penulis ke dalam bentuk
tulisan, sehingga maksud hati penulis bisa diketahui banyak orang melalui membaca
yang dituliskan. Kemampuan seseorang dalam menuangkan isi hatinya ke dalam
sebuah tulisan sangatlah berbeda, dipengaruhi oleh latar belakang penulis.
Dengan demikian, mutu atau kualitas tulisan setiap penulis berbeda pula satu
sama lain. Namun, satu hal yang penting bahwa terkait dengan aktivitas menulis,
seorang penulis harus memperhatikan kemampuan dan kebutuhan pembacanya, karena
menulis mempunyai tujuan. Menulis sebagai aktivitas
bertujuan (1) Memberitahukan atau Menjelaskan, (2) Meyakinkan atau Mendesak,
(3) Menceritakan Sesuatu, (4) Mempengaruhi Pembaca, dan (5) Menggambarkan
Sesuatu. Sedangkan tujuan menulis
ditinjau dari segi kepentingan
pengarangnya memiliki beberapa tujuan, diantaranya (1) Tujuan penugasan, maksudnya tulisan dibuat khusus untuk
memenuhi tugas yang diberikan. (2) Tujuan estetis (biasanya dianut oleh
para sastrawan). Mereka menulis dengan tujuan untuk menciptakan sebuah
keindahan melalui tulisan yang dapat berbentuk puisi, cerpen, ataupun novel.
(3) Tujuan penerangan, hal
ini terkait dengan motivasi utama si penulis yang membuat tulisan untuk memberi
informasi kepada pembaca. (4) Tujuan pernyataan diri, maksudnya sebuah tulisan
terkadang dibuat untuk menegaskan siapa dirinya, dan (5) Tujuan konsumtif, yakni sebuah tulisan diselesaikan
untuk dijual dan dikonsumsi oleh para pembaca sehingga penulis mendapat
penghasilan.
Demikianlah penulis uraikan segala ungkapan.
Melalui tulisan, segala ganjalan di perasaan akan tercairkan asalkan kita
bertujuan demi kebaikan, menambah wawasan serta ilmu pengetahuan. Kekurangan
dan kelebihan mohon dimaafkan.
Komentar
Posting Komentar